KATEGORI HUKUM
 HAKI (5)
 HAM (1)
 Imigrasi (1)
 Keluarga (6)
 Lain-lain (23)
 Perusahaan & Ketenaga-kerjaan (19)
Juml Konsultasi : 56
LOGIN MEMBER
Username :

Password :



Daftar »




Pertanyaan
Nama Pengirim : ho yen fuk
Tanggal Kirim : 29 Januari 2005
Penggolongan Hukum : Lain-lain
Permasalahan : saya ingin menanyakan tentang keabsahan surat perjanjian hutang-piutang yang telah saya buat dengan teman saya dan saya akan menceritakan secara garis besarnya saja, begini ceritanya: 3 hari yang lalu teman saya secara pribadi berhutang uang kepada saya yg menurut pengakuannya untuk keperluan dagang, tapi karena jumlahnya cukup besar maka saya tidak bisa percaya begitu saja kepadanya dan akhirnya saya memutuskan untuk membuat surat perjanjian hutang-piutang bersamanya. surat tersebut saya ketik dengan komputer diatas kertas HVS biasa (bukan surat segel) tapi ditandatangani oleh kami berdua ditambah saksi sebanyak 2 orang diatas 2 materai Rp 6000. dalam surat itu jelas tertera bahwa teman saya itu berhutang kepada saya uang tunai sejumlah sekian, waktu pelunasannya sekian dan bila dia tidak dapat melunasi hutangnya dalam tenggang waktu yang telah disepakati maka dia bersedia diproses menurut hukum yang berlaku di republik ini. di bagian akhir surat itu juga tertera bahwa surat itu dibuat tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun juga. selain itu saya juga membuat 1 surat lagi bersamanya yaitu "surat serah-terima hutang" yang isinya bahwa saya telah menyerahkan uang tunai sejumlah sekian kepada teman saya tersebut dan dia juga telah menerimanya dan surat itu juga ditandatangani oleh kami berdua beserta 2 orang saksi dan 2 materai Rp 6000. pertanyaan saya adalah: 1. sudah benar dan sah kah surat perjanjian yang saya buat itu? 2. apakah surat perjanjian tersebut benar memiliki kekuatan hukum? 3. apabila teman saya tidak dapat melunasi hutangnya apakah dengan surat perjanjian itu saya dapat memprosesnya lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku? 4. sudah cukupkah 2 surat yang saya buat itu sebagai bukti hutang yang resmi atau apakah masih perlu ditambah dengan membuat surat perjanjian lain antara saya dengan teman saya itu? kalau memang perlu surat apalagi yang harus saya buat dengannya? saya amat dengan segera membutuhkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya ini karena hati saya selalu cemas tiap hari memikirkan masalah hutang ini, sudi kiranya jawaban segera dikirim ke email saya, saya mengucapkan banyak terima kasih atas jawabannya. sekian dan terima kasih.
Jawaban

Semua yang Anda lakukan sudah benar. Surat tersebut bisa menjadi alat bukti.

Regards,
H. D Soeisdiono. SH.MHum (BHAKTI Counselor)

Topik Konsultasi
Ganti tanda tangan (15/10/04)
Perjanjian yang sah menurut hukum (23/10/04)
MOU (28/12/04)
Hutang Piutang (28/12/04)
Materai (30/12/04)
perlindungan konsumen (03/01/05)
Masalah Jual-Beli Tanah (04/01/05)
Akta Jaminan Fidusia (19/01/05)
informed Consent (26/01/05)
surat perjanjian hutang-piutang (29/01/05)
PERNIKAHAN DIBAWAH TANGAN (12/02/05)
Perdagangan Internasional (16/02/05)
Ijin usaha untuk percetakan (24/02/05)
masalah hak waris (31/03/05)
Perjanjian Tanpa Klausula Waktu Bayar (30/04/05)
Tanah (21/05/05)
Wah penting nich, mohon pencerahan (15/06/05)
Hutang Piutang (30/08/05)
beli tanah (07/09/05)
setor arisan jadi hutang, bagaimana mendapatkan hak kembali? (28/09/05)
Siapa saja yg berhak atas rumah/tanah? (28/09/05)
Fungsi Sosial Hak Milik Atas Tanah (05/10/05)
Bagaimana Solusinya (06/10/05)
Konsultasi Hukum
131 visitors
Powered by Bhakti Law